Jumat, 16 November 2012
Pengertian SQL Injection
SQL injection adalah sebuah aksi hacking yang dilakukan di aplikasi client dengan cara memodifikasi perintah SQL yang ada di memori aplikasi client dan merupakan teknik mengeksploitasi web aplikasi yang didalamnya menggunakan database untuk penyimpanan data.
Sebab terjadinya SQL Injection
1) Tidak adanya penanganan terhadap karakter – karakter tanda petik satu ’ dan juga karakter double minus yang menyebabkan suatu aplikasi dapat disisipi dengan perintah SQL.
2) Sehingga seorang Hacker menyisipkan perintah SQL kedalam suatu parameter maupun suatu form.
Apa saja yang diperlukan untuk melakukan SQL Injection ?
1) Internet Exploler / Browser
2) PC yang terhubung internet
3) Program atau software seperti softice atau Havij
Contoh sintaks SQL Injection
Contoh sintaks SQL dalam PHP
1) $SQL = “select * from login where username =’$username’ and password = ‘$password’”; , {dari GET atau POST variable }
2) isikan password dengan string ’ or ’’ = ’
3) hasilnya maka SQL akan seperti ini = “select * from login where username = ’$username’ and password=’pass’ or ‘=′”; , { dengan SQL ini hasil selection akan selalu TRUE }
4) maka kita bisa inject sintax SQL (dalam hal ini OR) kedalam SQL
Pertama-tama kita meng-instal terlebih dahulu software yang akan kita gunakan. Dalam percobaan kali ini, saya menggunakan Havij 1.6 sebagai software untuk pendeteksi keamanan jaringan. Selanjutnya, kita mencari dork (Dork adalah kata kunci yang ditulis dalam search engine. Tujuannya untuk mencari link sebagai percobaan dalam proses penyerangan)
2. Selanjunya, buka aplikasi havij. seperti pada tampilan berikut :
3. Lalu buka google setelah itu masukan dork pada search engine.Dalam hal ini, dork yang digunakan adalah inurl://group_concat(table_name)from information_schema—
4.Selanjutnya, pilih website yang akan kita uji keamanan jaringannya.
copy link nya, dan masukkan ke dalam aplikasi havij lalu klik Analyze. seperti pada gambar dibawah ini :
5. Setelah databasenya terbaca, klik databasenya kemudian klik get table. Sehingga muncul gambar seperti dibawah ini :
6. Cari tabel login, klik get columns. seperti pada gambar dibawah ini :
Lalu atribut dalam tabel login akan ditampilkan, beri tanda ceklis (V) pada atribut (username, passname, name, email, hak, online) lalu get data. Tujuannya untuk membaca username dan password serta hak akses pengguna. Seperti gambar dibawah ini :
7. Setelah itu, username dan password pengguna akan didapatkan. Lalu mulai cari tempat dimana admin login dengan cara klik find admin. Seperti pada gambar dibawah ini :
8. Selanjutnya, klik kanan pada link yang dipilih lalu open url, dan mulai lah login menggunakan id dan password adminnya. Dan hasilnya akan seperti berikut :
Sekian dari ane bro :)
Semoga bermanfaat dan mohon apabila ada kesalahan kite sama - sama belajar yee :)
Referensi :
http://ibc-forum.forumc.biz/t85-tutorial-sql-injection
SQL injection adalah sebuah aksi hacking yang dilakukan di aplikasi client dengan cara memodifikasi perintah SQL yang ada di memori aplikasi client dan merupakan teknik mengeksploitasi web aplikasi yang didalamnya menggunakan database untuk penyimpanan data.
Sebab terjadinya SQL Injection
1) Tidak adanya penanganan terhadap karakter – karakter tanda petik satu ’ dan juga karakter double minus yang menyebabkan suatu aplikasi dapat disisipi dengan perintah SQL.
2) Sehingga seorang Hacker menyisipkan perintah SQL kedalam suatu parameter maupun suatu form.
Apa saja yang diperlukan untuk melakukan SQL Injection ?
1) Internet Exploler / Browser
2) PC yang terhubung internet
3) Program atau software seperti softice atau Havij
Contoh sintaks SQL Injection
Contoh sintaks SQL dalam PHP
1) $SQL = “select * from login where username =’$username’ and password = ‘$password’”; , {dari GET atau POST variable }
2) isikan password dengan string ’ or ’’ = ’
3) hasilnya maka SQL akan seperti ini = “select * from login where username = ’$username’ and password=’pass’ or ‘=′”; , { dengan SQL ini hasil selection akan selalu TRUE }
4) maka kita bisa inject sintax SQL (dalam hal ini OR) kedalam SQL
Pertama-tama kita meng-instal terlebih dahulu software yang akan kita gunakan. Dalam percobaan kali ini, saya menggunakan Havij 1.6 sebagai software untuk pendeteksi keamanan jaringan. Selanjutnya, kita mencari dork (Dork adalah kata kunci yang ditulis dalam search engine. Tujuannya untuk mencari link sebagai percobaan dalam proses penyerangan)
2. Selanjunya, buka aplikasi havij. seperti pada tampilan berikut :
3. Lalu buka google setelah itu masukan dork pada search engine.Dalam hal ini, dork yang digunakan adalah inurl://group_concat(table_name)from information_schema—
4.Selanjutnya, pilih website yang akan kita uji keamanan jaringannya.
copy link nya, dan masukkan ke dalam aplikasi havij lalu klik Analyze. seperti pada gambar dibawah ini :
Lalu atribut dalam tabel login akan ditampilkan, beri tanda ceklis (V) pada atribut (username, passname, name, email, hak, online) lalu get data. Tujuannya untuk membaca username dan password serta hak akses pengguna. Seperti gambar dibawah ini :
7. Setelah itu, username dan password pengguna akan didapatkan. Lalu mulai cari tempat dimana admin login dengan cara klik find admin. Seperti pada gambar dibawah ini :
8. Selanjutnya, klik kanan pada link yang dipilih lalu open url, dan mulai lah login menggunakan id dan password adminnya. Dan hasilnya akan seperti berikut :
Semoga bermanfaat dan mohon apabila ada kesalahan kite sama - sama belajar yee :)
Referensi :
http://ibc-forum.forumc.biz/t85-tutorial-sql-injection
Kamis, 18 Oktober 2012
1 1. IDS (Intrusion Detection System)
IDS (Intrution
Detection System) adalah sebuah sistem yang melakukan pengawasan terhadap traffic
jaringan dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang mencurigakan didalam sebuah
sistem jaringan. Jika ditemukan kegiatan - kegiatan yang mencurigakan berhubungan
dengan traffic jaringan maka IDS akan memberikan peringatan kepada sistem
atau administrator jaringan. Dalam banyak kasus IDS juga merespon terhadap
traffic yang tidak normal/ anomali melalui aksi pemblokiran seorang user atau
alamat IP (Internet Protocol) sumber dari usaha pengaksesan jaringan.
A. Jenis
– Jenis IDS
NIDS (Network Intrusion Detection System)
IDS jenis ini ditempatkan disebuah tempat/ titik yang strategis atau sebuah titik didalam sebuah jaringan untuk melakukan pengawasan terhadap traffic yang menuju dan berasal dari semua alat-alat (devices) dalam jaringan. Idealnya semua traffic yang berasal dari luar dan dalam jaringan di lakukan di scan, namun cara ini dapat menyebabkan bottleneck yang mengganggu kecepatan akses di seluruh jaringan.
IDS jenis ini ditempatkan disebuah tempat/ titik yang strategis atau sebuah titik didalam sebuah jaringan untuk melakukan pengawasan terhadap traffic yang menuju dan berasal dari semua alat-alat (devices) dalam jaringan. Idealnya semua traffic yang berasal dari luar dan dalam jaringan di lakukan di scan, namun cara ini dapat menyebabkan bottleneck yang mengganggu kecepatan akses di seluruh jaringan.
HIDS
(Host Intrution Detection System)
IDS jenis ini berjalan pada host yang
berdiri sendiri atau perlengkapan dalam sebuah jaringan. Sebuah HIDS melakukan
pengawasan terhadap paket-paket yang berasal dari dalam maupun dari luar hanya pada
satu alat saja dan kemudian memberi peringatan kepada user atau
administrator sistem jaringan akan adanya kegiatan – kegiatan yang mencurigakan
yang terdeteksi oleh HIDS.
2 2. IPS
(Intrusion Prevention System)
Adalah pendekatan yang
sering digunakan untuk membangun system keamanan komputer, IPS
mengkombinasikan teknik firewall dan metode Intrusion Detection System (IDS)
dengan sangat baik. Teknologi ini dapat digunakan untuk mencegah serangan yang
akan masuk ke jaringan lokal dengan memeriksa dan mencatat semua paket data
serta mengenali paket dengan sensor, disaat attack telah teridentifikasi, IPS
akan menolak akses (block) dan mencatat (log) semua paket data
yang teridentifikasi tersebut. Jadi IPS bertindak sepeti layaknya Firewall yang
akan melakukan allow dan block yang dikombinasikan seperti IDS yang dapat
mendeteksi paket secara detail. IPS menggunakan signatures untuk
mendeteksi di aktivitas traffic di jaringan dan terminal, dimana pendeteksian
paket yang masuk dan keluar (inbound-outbound) dapat di cegah sedini mungkin
sebelum merusak atau mendapatkan akses ke dalam jaringan lokal. Jadi early
detection dan prevention menjadi penekanan pada IPS ini.
B.
Jenis – Jenis IPS
Host-based
Intrusion Prevention System
Host Based IPS (HIPS) bekerja dengan memaksa
sekelompok perangkat lunak fundamental untuk berkovensi secara konstan. Hal ini
disebut dengan Application Binary Interface (ABI). Hampir tidak mungkin untuk
membajak sebuah aplikasi tanpa memodifikasi Application Binary Interface,
karena konvensi ini bersifat universal di antara aplikasi-aplikasi yang
dimodifikasi.
HIPS merupakan sebuah system pecegahan yang
terdiri dari banyak layer, menggunakan packet filtering, inspeksi status dan
metode pencegahan intrusi yang bersifat real-time untuk menjaga host berada di
bawah keadaan dari efisiensi performansi yang layak. Mekanisme kerjanya yaitu
dengan mencegah kode-kode berbahaya yang memasuki host agar tidak dieksekusi
tanpa perlu untuk mengecek threat signature.
Network
Intrusion Prevention System
Network Based IPS (NIPS), yang juga disebut
sebagai “In-line proactive protection”, menahan semua trafik jaringan dan menginspeksi
kelakuan dan kode yang mencurigakan. Karena menggunakan in-line model, performansi tinggi
merupakan sebuah elemen krusial dari perangkat IPS untuk mencegah terjadinya
bottleneck pada jaringan. Oleh karena itu, NIPS biasanya didesain menggunakan
tiga komponen untuk mengakselerasi performansi bandwidth, yaitu :
1. Network Chips (Network processor)
1. Network Chips (Network processor)
2. FPGA Chips
3. ASIC Chips
Network Based IPS (NIPS) biasanya dibangun dengan
tujuan tertentu, sama halnya dengan switch dan router.Beberapa teknologi sudah
diterapkan pada NIPS, seperti signature matching, analisa protocol dan kelainan
pada protocol, identifikasi dari pola trafik, dan sebagainya. NIPS dibuat untuk
menganalisa, mendeteksi, dan melaporkan seluruh arus data dan disetting dengan
konfigurasi kebijakan keamanan NIPS, sehingga segala serangan yang datang dapat
langsung terdeteksi.
3.
Perbedaan Mendasar IDS dan
IPS
IDS
|
IPS
|
|
OSI Layer
|
Layer 3
|
Layer 2, 3 dan 7
|
Kegunaan
|
IDS didesign hanya untuk
mengidentifikasi dan memeriksa semua paket yang
lewat, jika ditemukan keganjilan maka akan memtrigger alarm
|
Mengkombinasikan Firewall,
Policy, QoS dan IDS dengan baik. IPS memang dibuat untuk dapat mentrigger
alarm dan melakukan Allow, Block, Log
|
Aktivitas
|
Mendeteksi serangan hanya disaat
serangan tersebut telah masuk ke
jaringan dan tidak akan melakukan
sesuatu
untuk menghentikannya
|
Early Detection,
teknik yang proaktif, mencegah sedini mungkin attack masuk ke jaringan, dan
akan menghentikannya jika teridentifikasi
|
Komponen
|
Tidak dapat mendeteksi semua
aktivitas malicious dan malware setiap saat yang akan mengakibatkan false
negative sangat banyak
|
Memungkinkan dapat mendeteksi
new signature dan behavior attack, dan mengakibatkan rendahnya false negative
|
Integrated
|
Tidak dapat menggunakan ACL /
script dari komponen system keamanan yang
lain
|
Dapat diintegrasikan dengan ACL
dan perimeter DMZ lainnya
|
Jumat, 12 Oktober 2012
Pengalaman ane selama belajar tentang jaringan komputer itu tidak ada yang spesial. Hanya saja cukup menyenangkan. Pada saat semester 3 contohnya (sekarang semester 5) sewaktu mendapatkan matakuliah jaringan komputer pikiran yang ane dapat adalah matakuliah apa ini? Apakah susah? Pernah terbesit di pikran saya seperti itu tapi setelah mempelajarinya ternyata lumayan susah - susah gampang.
Pada saat itu kita semua mendapatkan tugas kelompok dari dosen dan kebetulan kelompok ane disuruh mengkonfigurasi Telnet dan pada saat itu kelompok ane ngeblank tentang Telnet dkk. Oleh karena itu kita panik dan sibuk mencari referensi tentang Telnet bahkan ane dan kelompok ane bertanya tanya kepada temen yang bisa atau lebih tepatnya minta tolong :)
Kita benar - benar kerja keras pada saat itu bahkan sampai ada yang nginep di kosan temen ngebelain ngerjain tugas ini dan kita rela diem di labkom sampai magrib dan dengan perut kelaparan dan ada juga yang begadang demi mengerjakan tugas ini.
Dan hari dimana kita presentasi tiba, kita semua pada panik dan tegang kalau - kalau prakteknya gagal padahal sewaktu kita coba di kosan berhasil dan sukses. Dan ketakutan kita pun terwujud ketika kita mengujinya malah gagal dan ada yang salah maka dari itu kita harus mengulang menyetting IP dan lain - lainnya dari awal dan itu cukup memakan waktu lama. Tapi tidak ada yang sia - sia pengorbanan kita akhirnya membuahkan hasil dan kita dinyatakan lulus walaupun masih ada sedikit kesalahan sih tapi ya ok lah intinya kita lulus hehehe.
Jadi intinya pelajaran jarkom itu susah - susah gampang ya lebih banyak susahnya sih menurut ane hehe tapi kita pasti bisa asalkan kita mau selalu mencoba atau mengulik istilahnya mah. Pengalaman ane cuma segitu ini mah sekedar berbagi pengalaman saja hehehe
Senin, 27 Juni 2011
SINGLE IDENTITY NUMBER (SIN)
Sedangkan Single Identity Number adalah sebuah nomor identitas unik yang terintegrasi dengan gabungan data dari berbagai macam institusi pemerintah dan swasta. Sehingga bisa digunakan di berbagai instansi, yang dirancang bisa menggantikan semua nomor identitas yang ada denganpermasalahannya yang mempunyai sifat:
Unik, tidak terjadi identitas ganda atau lebih
Standard, struktur identitas sama secara nasional
Lengkap, data yang akan dijadikan identitas merupakan data yang mencakup seluruh wilayah
Indonesia (bersifat nasional)
Permanen, tidak boleh berubah dan bersifat abadi.
Terintegrasi.
Jadi nomer identitas baru akan menggabungkan data di domain Commond Identity, SIAK, DIN dan domain lainnya. SIN akan bisa diakses oleh semua institusi pemerintah dan dapat digunakan sebagai ijin usaha dan industri. Sebelum melakukan perancangan penomoran SIN, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
Perancangan dilakukan dengan sederhana sehingga mudah diingat. Sehingga harus disesuaikan dengan kemampuan manusia untuk bisa mengingat digit angka yang terbatas. Secara teori, biasanya orang bisa mengingat 7 digit angka atau yang lainnya (kurang atau lebih 2) digit. Dengan kata lain, manusia dapat mengingat angka antara 5 sampai dengan 9.
Perancangan dilakukan dengan memperhitungkan jumlah nomor yang tersedia
dan jumlah penduduk indonesia dan/atau warga negara asing agar penyimpanan data menjadi effisien. SIN terdiri dari sembilan atau sepuluh digit, ditulis tiga bagaian yang dipisahkan oleh tanda penghubung: AAA-GG-SSSS. Bagian 3 digit pertama disebut “nomor area”, yang di tengah bagian 2 digit disebut “nomor kelompok” dan yang terakhir bagian 4 atau 5 digit disebut nomor urut. Dengan

• Bagian 3 digit pertama disebut “nomor area” Tiga digit pertama dari SIN adalah nomor area. Angka-Angka yang digunakan, mengindikasikan kantor single identity tertentu yang mengeluarkan kartu tersebut. Blok angka-angka tertentu dialokasikan untuk setiap area tertentu. Nomor area mengindikasikan adalah area pemilik nomor yang menunjukkan alamat pada aplikasi untuk nomor.
• Bagian dua digit di tengah disebut “nomor kelompok” Dua digit tengah adalah nomor kelompok dan tidak punya arti geografis tetapi lebih kepada pesanan di mana SIN dikeluarkan untuk area tertentu. Digunakan untuk memecahkan SIN ke dalam ukuran blok konvensional yang digunakan untuk operasi internal.
• Terakhir, bagian empat/lima digit disebut “nomor urut” Empat/lima digit terakhir menjadi nomor urut yang mewakili suatu rangkaian angka-angka langsung dari 0001-9999. Penggunaan nomor urut berdasarkan urutan pesanan menurut waktu di dalam masingmasing area dan nomor kelompok sebagai proses tempat aplikasi. Nomor urut ” 0000″ tidak pernah digunakan. Pembuatan nomor bisa dilakukan kantor daerah atau kantor pusat tergantung dari peraturan pemerintah nantinya. Ada beberapa cara untuk melakukan pendekatan ke SIN. Kita bisa memperhatikannya sebagai sesuatu yang berhubungan dengan hukum dan kebijakan (seperti keleluasaan pribadi, kebijakan yang menuntut penggunaan nomor tunggal, dll); atau sebagai kasus bisnis dan praktek ( seperti prioritas dan pememilihan metoda yang terkait dengan identitas berdasar pada biaya, keuntungan dan resiko); atau sebagai teknologi dan teknik arsitektur atau bahkan pada prinsip dan filosofi ( seperti pemerintah harus melindungi warganegara dan keselamatan hidup sebagai prioritas yang utama) Idealnya, setiap warga hanya mempergunakan dan diperbolehkan memiliki satu identitas tunggal yang bisa digunakan diberbagai keperluan, organisasi dan
daerah. Identitas tunggal didapatkan dengan bantuan penggunaan biometrik. Ada berbagai macam biometrik seperti; sidik jari, bentuk muka, suara, retina, telapak tangan[18], da DNA. Untuk membangun sistem SIN yang mudah dan murah cukup dengan menggunakan sidik jari yang mempunyai faktor perbedaan, performance, dan ketetapan bentuk yang tinggi. Bagian paling sulit dari realisasi manajemen identitas ini adalah yang bersifat bukan teknis seperti otonomi daerah dan ego antar departemen itu sendiri. Manajemen, kebijakan, dan bahkan isu politis lebih memungkinkan menjadi hal yang menentukan jalan menuju sukses. Dengan otonomi daerah pada kasus orang yang tinggal di daerah A dan mempunyai Objek Pajak di daerah B. Maka disetiap daerahnya diwajibkan orang tersebut untuk mempunyai KTP tersendiri sehingga kebijaksanaan ini tidak mendukung SIN.
REALISASI SIN
SIN bukanlah sekedar nomor, tidak hanya untuk menyelesaikan permasalahan dalam satu institusi tetapi dirancang untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dari berbagai institusi. Sehingga salah satu cara untuk mengatasi masalah non-teknis diatas diperlukan suatu interface yang dapat dilihat pada Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan semua sistem informasi (SI) yang dimiliki oleh semua organisasi baik itu pemerintah maupun swasta. Kemudian, SI informasi yang tadinya berupa “pulau-palau“ itu dihubungkan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan SIN sebagai primary key (PK). Setelah itu menghilangkan semua data/field dan prose yang bersifat redundant. Seperti misalnya field nama dan/atau proses pengambilan sidik jari. Sehingga dengan interkoneksi semua SI akan terjadi integrity data disemua organisasi dan daerah, selain itu akan terjadi penghemat resources, biaya operasional dan biaya perawatan.
Untuk pengembangan ke bidang lain, misalkan catatan kesehatan, catatan kejahatan dan lain sebagainya akan mudah dilakukan dengan cara menghubungkan ke PK atau SI yang ada dalam satu domain.
ARSITEKTUR DATA SIN
Bagian yang terpenting dari SIN adalah data, sehingga merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mengatur penggunaan data ini. Tidak semua pengguna SIN bisa mengakses data secara keseluruhan. Banyak cotrol objective yang perlu diperhatikan. Pada kesempatan ini, control objective yang akan dibahas dilihat dari SIN sebagai interface. Bagaimana cara kerja, apa yang dihasilkan dan apa yang bias ditentukan SIN? Serta bagaiman kontribusi setiap organisasi di SIN. Secara umum, pihak yang terlibat atau pengguna SIN itu bisa dikatagorikan pada masyarakat umum atau suatu orgnisasi termasuk proses yang terjadi didalam organisasi itu sendiri (internal organization) Setiap pengguna SIN ini pertamakali akan diindikasi berasal dari pihak yang mana. Kedua, diidentiifkasikan jenis pekerjaan yang bias dilakukannya. Misalnya melakakukan salah satu atau lebih proses untuk melihat, menambahkan, update dan/atau menghapus data. Ketiga, dengan siapa dan berasal dari pihak mana pekerjaan tersebut dilakukan. Tahap ketiga ini terjadi jika pengguna dari satu organisasi akan melakukan perubahan ke organisasi yang lain sehingga diperlukan kerjasamanya dengan pengguna di organisasi yang satunya lagi.

Pada tahap ini, akan dihasilkan semua jenis proses yang dimungkinkan terjadi beserta ketiga syarat yang telah disebutkan diatas tadi (pada gambar berwarna biru) Kemudian SIN akan mulai menentukan posisi dan oraganisasi apa yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas tertentu berdasarkan pada data-data yang digunakan atau diperlukan.

Sedangkan disisi perusahaan akan menentukan siapa yang akan mengisi posisi yang diberikan oleh SIN dan nantinya akan bertanggungjawab ke perusahaan yang menunjukknya. Jadi SIN ini akan memberikan beberapa posisi ke setiap organisasi yang terlibat dengan hak akses pada database yang berbeda dan pertanggungjawaban ke perusahaan yang diwakilkannya juga berbeda. Sehingga jika terjadi kesalahan maka dapat diketahui orang yang bertanggungjawab atas kesalahan tersebut. Dengan arsitektur seperti ini maka SI yang telah atau dikembang oleh setiap sektoral merupakan tanggungjawab setiap sektoral dan tidak akan terganggung oleh adanya SIN ini. Namun, SI dari setiap sektoral akan menentukan keberhasilan dan/atau kinerja dari SIN
KESIMPULAN
1. SIN bukan sekedar penomoran, tetapi merupakan sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di berbagai organisasi baik itu pemerintahan dan swasta.
2. SIN berfungsi sebagai interface, sehingga dapat mengatasi ego disetiap departemen dan otonomi daerah dan dapat membantu pemerintah sebagai alternatif penyediaan sistem informasi terpadu
3. penggunaan SIN merupakan alternatif yang cukup handal dan murah dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan dengan 29 nomor identitas penduduk yang dikeluarkan oleh 24 institusi yang tersebar di Indonesia
Sedangkan Single Identity Number adalah sebuah nomor identitas unik yang terintegrasi dengan gabungan data dari berbagai macam institusi pemerintah dan swasta. Sehingga bisa digunakan di berbagai instansi, yang dirancang bisa menggantikan semua nomor identitas yang ada denganpermasalahannya yang mempunyai sifat:
Unik, tidak terjadi identitas ganda atau lebih
Standard, struktur identitas sama secara nasional
Lengkap, data yang akan dijadikan identitas merupakan data yang mencakup seluruh wilayah
Indonesia (bersifat nasional)
Permanen, tidak boleh berubah dan bersifat abadi.
Terintegrasi.
Jadi nomer identitas baru akan menggabungkan data di domain Commond Identity, SIAK, DIN dan domain lainnya. SIN akan bisa diakses oleh semua institusi pemerintah dan dapat digunakan sebagai ijin usaha dan industri. Sebelum melakukan perancangan penomoran SIN, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:
Perancangan dilakukan dengan sederhana sehingga mudah diingat. Sehingga harus disesuaikan dengan kemampuan manusia untuk bisa mengingat digit angka yang terbatas. Secara teori, biasanya orang bisa mengingat 7 digit angka atau yang lainnya (kurang atau lebih 2) digit. Dengan kata lain, manusia dapat mengingat angka antara 5 sampai dengan 9.
Perancangan dilakukan dengan memperhitungkan jumlah nomor yang tersedia
dan jumlah penduduk indonesia dan/atau warga negara asing agar penyimpanan data menjadi effisien. SIN terdiri dari sembilan atau sepuluh digit, ditulis tiga bagaian yang dipisahkan oleh tanda penghubung: AAA-GG-SSSS. Bagian 3 digit pertama disebut “nomor area”, yang di tengah bagian 2 digit disebut “nomor kelompok” dan yang terakhir bagian 4 atau 5 digit disebut nomor urut. Dengan
• Bagian 3 digit pertama disebut “nomor area” Tiga digit pertama dari SIN adalah nomor area. Angka-Angka yang digunakan, mengindikasikan kantor single identity tertentu yang mengeluarkan kartu tersebut. Blok angka-angka tertentu dialokasikan untuk setiap area tertentu. Nomor area mengindikasikan adalah area pemilik nomor yang menunjukkan alamat pada aplikasi untuk nomor.
• Bagian dua digit di tengah disebut “nomor kelompok” Dua digit tengah adalah nomor kelompok dan tidak punya arti geografis tetapi lebih kepada pesanan di mana SIN dikeluarkan untuk area tertentu. Digunakan untuk memecahkan SIN ke dalam ukuran blok konvensional yang digunakan untuk operasi internal.
• Terakhir, bagian empat/lima digit disebut “nomor urut” Empat/lima digit terakhir menjadi nomor urut yang mewakili suatu rangkaian angka-angka langsung dari 0001-9999. Penggunaan nomor urut berdasarkan urutan pesanan menurut waktu di dalam masingmasing area dan nomor kelompok sebagai proses tempat aplikasi. Nomor urut ” 0000″ tidak pernah digunakan. Pembuatan nomor bisa dilakukan kantor daerah atau kantor pusat tergantung dari peraturan pemerintah nantinya. Ada beberapa cara untuk melakukan pendekatan ke SIN. Kita bisa memperhatikannya sebagai sesuatu yang berhubungan dengan hukum dan kebijakan (seperti keleluasaan pribadi, kebijakan yang menuntut penggunaan nomor tunggal, dll); atau sebagai kasus bisnis dan praktek ( seperti prioritas dan pememilihan metoda yang terkait dengan identitas berdasar pada biaya, keuntungan dan resiko); atau sebagai teknologi dan teknik arsitektur atau bahkan pada prinsip dan filosofi ( seperti pemerintah harus melindungi warganegara dan keselamatan hidup sebagai prioritas yang utama) Idealnya, setiap warga hanya mempergunakan dan diperbolehkan memiliki satu identitas tunggal yang bisa digunakan diberbagai keperluan, organisasi dan
daerah. Identitas tunggal didapatkan dengan bantuan penggunaan biometrik. Ada berbagai macam biometrik seperti; sidik jari, bentuk muka, suara, retina, telapak tangan[18], da DNA. Untuk membangun sistem SIN yang mudah dan murah cukup dengan menggunakan sidik jari yang mempunyai faktor perbedaan, performance, dan ketetapan bentuk yang tinggi. Bagian paling sulit dari realisasi manajemen identitas ini adalah yang bersifat bukan teknis seperti otonomi daerah dan ego antar departemen itu sendiri. Manajemen, kebijakan, dan bahkan isu politis lebih memungkinkan menjadi hal yang menentukan jalan menuju sukses. Dengan otonomi daerah pada kasus orang yang tinggal di daerah A dan mempunyai Objek Pajak di daerah B. Maka disetiap daerahnya diwajibkan orang tersebut untuk mempunyai KTP tersendiri sehingga kebijaksanaan ini tidak mendukung SIN.
REALISASI SIN
SIN bukanlah sekedar nomor, tidak hanya untuk menyelesaikan permasalahan dalam satu institusi tetapi dirancang untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dari berbagai institusi. Sehingga salah satu cara untuk mengatasi masalah non-teknis diatas diperlukan suatu interface yang dapat dilihat pada Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan semua sistem informasi (SI) yang dimiliki oleh semua organisasi baik itu pemerintah maupun swasta. Kemudian, SI informasi yang tadinya berupa “pulau-palau“ itu dihubungkan satu dengan yang lainnya dengan menggunakan SIN sebagai primary key (PK). Setelah itu menghilangkan semua data/field dan prose yang bersifat redundant. Seperti misalnya field nama dan/atau proses pengambilan sidik jari. Sehingga dengan interkoneksi semua SI akan terjadi integrity data disemua organisasi dan daerah, selain itu akan terjadi penghemat resources, biaya operasional dan biaya perawatan.
Untuk pengembangan ke bidang lain, misalkan catatan kesehatan, catatan kejahatan dan lain sebagainya akan mudah dilakukan dengan cara menghubungkan ke PK atau SI yang ada dalam satu domain.
ARSITEKTUR DATA SIN
Bagian yang terpenting dari SIN adalah data, sehingga merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mengatur penggunaan data ini. Tidak semua pengguna SIN bisa mengakses data secara keseluruhan. Banyak cotrol objective yang perlu diperhatikan. Pada kesempatan ini, control objective yang akan dibahas dilihat dari SIN sebagai interface. Bagaimana cara kerja, apa yang dihasilkan dan apa yang bias ditentukan SIN? Serta bagaiman kontribusi setiap organisasi di SIN. Secara umum, pihak yang terlibat atau pengguna SIN itu bisa dikatagorikan pada masyarakat umum atau suatu orgnisasi termasuk proses yang terjadi didalam organisasi itu sendiri (internal organization) Setiap pengguna SIN ini pertamakali akan diindikasi berasal dari pihak yang mana. Kedua, diidentiifkasikan jenis pekerjaan yang bias dilakukannya. Misalnya melakakukan salah satu atau lebih proses untuk melihat, menambahkan, update dan/atau menghapus data. Ketiga, dengan siapa dan berasal dari pihak mana pekerjaan tersebut dilakukan. Tahap ketiga ini terjadi jika pengguna dari satu organisasi akan melakukan perubahan ke organisasi yang lain sehingga diperlukan kerjasamanya dengan pengguna di organisasi yang satunya lagi.
Pada tahap ini, akan dihasilkan semua jenis proses yang dimungkinkan terjadi beserta ketiga syarat yang telah disebutkan diatas tadi (pada gambar berwarna biru) Kemudian SIN akan mulai menentukan posisi dan oraganisasi apa yang diperlukan untuk melakukan suatu tugas tertentu berdasarkan pada data-data yang digunakan atau diperlukan.
Sedangkan disisi perusahaan akan menentukan siapa yang akan mengisi posisi yang diberikan oleh SIN dan nantinya akan bertanggungjawab ke perusahaan yang menunjukknya. Jadi SIN ini akan memberikan beberapa posisi ke setiap organisasi yang terlibat dengan hak akses pada database yang berbeda dan pertanggungjawaban ke perusahaan yang diwakilkannya juga berbeda. Sehingga jika terjadi kesalahan maka dapat diketahui orang yang bertanggungjawab atas kesalahan tersebut. Dengan arsitektur seperti ini maka SI yang telah atau dikembang oleh setiap sektoral merupakan tanggungjawab setiap sektoral dan tidak akan terganggung oleh adanya SIN ini. Namun, SI dari setiap sektoral akan menentukan keberhasilan dan/atau kinerja dari SIN
KESIMPULAN
1. SIN bukan sekedar penomoran, tetapi merupakan sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di berbagai organisasi baik itu pemerintahan dan swasta.
2. SIN berfungsi sebagai interface, sehingga dapat mengatasi ego disetiap departemen dan otonomi daerah dan dapat membantu pemerintah sebagai alternatif penyediaan sistem informasi terpadu
3. penggunaan SIN merupakan alternatif yang cukup handal dan murah dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan dengan 29 nomor identitas penduduk yang dikeluarkan oleh 24 institusi yang tersebar di Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)






